Analisis Teknikal dan Fundamental Bitcoin, Ethereum, serta Altcoin Utama per 26 Februari 2026
Jakarta, 26 Februari 2026 — Pasar kripto global menunjukkan performa mixed pada perdagangan Kamis (26/2/2026). Bitcoin (BTC) berhasil mempertahankan posisi di atas level psikologis $66.000 dengan kenaikan tipis 0,10 persen dalam 24 jam terakhir, sementara sejumlah altcoin utama mengalami tekanan jual yang lebih dalam.
Data pergerakan harga menunjukkan ketidakpastian investor menjelang rilis data ekonomi makro Amerika Serikat yang dijadwalkan dalam beberapa hari mendatang.
Pergerakan Harga Kripto Utama 26 Februari 2026
| Aset | Harga (USDT) | Perubahan 24h | Level Tertinggi | Level Terendah | Volume 24h |
|---|---|---|---|---|---|
| Bitcoin (BTC) | $66.965,32 | +0,10% | $69.988,83 | $66.855,21 | $1,87 miliar |
| Ethereum (ETH) | $2.020,20 | +1,17% | $2.148,39 | $1.996,65 | $1,26 miliar |
| BNB | $620,55 | +0,50% | $640,55 | $617,39 | $112,19 juta |
| Solana (SOL) | $85,74 | +0,41% | $92,10 | $85,24 | $428,23 juta |
| XRP | $1,4161 | -1,02% | $1,4935 | $1,4136 | $311,18 juta |
Sumber: Data Binance, per 26 Februari 2026 pukul 23:25 WIB
Analisis Bitcoin: Ketahanan di Zona $66.000
Bitcoin berhasil mempertahankan pijakan di atas $66.000 setelah sempat menguji level tertinggi intraday di $69.988,83. Pergerakan ini mencerminkan ketahanan aset digital utama meski tekanan jual masih terasa di pasar spot.
-
Support Level: $65.000 – $66.000 (zona akumulasi kuat)
-
Resistance Level: $70.000 (psikologis dan teknikal)
-
RSI (Relative Strength Index): 45-50 (netral, tidak overbought maupun oversold)
-
Volume: $1,87 miliar (24 jam), menunjukkan likuiditas yang cukup untuk pergerakan signifikan
“Bitcoin saat ini berada dalam fase konsolidasi pasca penurunan dari all-time high $73.000. Level $66.000 menjadi titik keseimbangan antara buyer dan seller,” ujar Andi Wijaya, Head of Research di PT Crypto Nusantara Digital.
Ethereum Outperform: Kenaikan 1,17% Lawan Arus
Ethereum menunjukkan kekuatan relatif dengan kenaikan 1,17 persen ke level $2.020,20. Performa positif ETH didorong oleh beberapa faktor fundamental:
-
Ekspektasi Upgrade Jaringan: Komunitas developer mengantisipasi implementasi Ethereum Improvement Proposal (EIP) baru yang akan mengoptimalkan biaya transaksi layer-2.
-
Staking Yield Menarik: Tingkat imbal hasil staking ETH di berbagai platform tetap kompetitif, menciptakan demand struktural untuk aset tersebut.
-
Aktivitas DeFi: Total Value Locked (TVL) di ekosistem Ethereum menunjukkan tren pemulihan, mencapai $48 miliar menurut data DeFi Llama.
“Ethereum sedang membangun momentum untuk retest level $2.200. Jika berhasil breakout, target berikutnya adalah $2.500,” analisis Yulia Santoso, Crypto Analyst di Mandiri Sekuritas Digital Assets.
Altcoin: Tekanan Selektif Terus Berlanjut
XRP Melemah 1,02%
XRP menjadi satu-satunya aset dalam daftar yang mencatatkan penurunan, ke level $1,4161. Koreksi ini terjadi setelah rally kuat pada pekan lalu yang didorong oleh ekspektasi resolusi kasus hukum Ripple vs SEC.
Solana Stabil di $85
Solana berhasil bertahan di atas $85 dengan kenaikan tipis 0,41 persen. Jaringan Solana mencatatkan uptime 100 persen dalam 30 hari terakhir, meningkatkan kepercayaan institusi terhadap infrastruktur blockchain tersebut.
BNB Mengikuti Tren Pasar
BNB bergerak sideways di kisaran $620, mencerminkan kondisi pasar yang wait-and-see menjelang pengumuman kebijakan moneter global.
Faktor Makro yang Mempengaruhi Pasar
1. Data Inflasi AS
Investor global menunggu rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index, indikator inflasi favorit Federal Reserve, yang dijadwalkan Jumat (28/2/2026). Proyeksi menunjukkan core PCE naik 0,3 persen month-over-month, yang bisa memperkuat argumentasi untuk Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
2. Kebijakan Regulasi
Direktur Eksekutif Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP), Kukuh Ade S. Santoso, menegaskan komitmen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melanjutkan pembahasan regulasi aset kripto yang diharapkan rampung pada 2026.
“Kami berharap regulasi yang akan datang memberikan kepastian hukum bagi industri kripto domestik, termasuk klarifikasi status pajak dan perlindungan konsumen,” kata Kukuh dalam seminar virtual, Kamis (26/2).
3. Arus Modal Institusi
Data dari CoinShares menunjukkan outflow $94 juta dari produk investasi kripto pada pekan lalu, mengakhiri tren inflow selama lima pekan berturut-turut. Bitcoin menyumbang mayoritas outflow dengan $52 juta.
Sentimen Pasar dan Metrik On-Chain
Fear & Greed Index
Indikator sentimen pasar kripto berada di level 52 (Netral), turun dari 65 (Greed) pada awal Februari. Perubahan ini mencerminkan kehati-hatian investor pasca koreksi dari level tertinggi.
Metrik On-Chain Bitcoin
-
Exchange Reserves: 2,35 juta BTC (turun 12% dari tahun lalu, indikasi akumulasi jangka panjang)
-
Long-Term Holder Supply: 74% dari total supply (menunjukkan dominasi investor jangka panjang)
-
Miner Revenue: Stabil, tidak ada indikasi distribusi massal dari miner
Proyeksi dan Rekomendasi Strategi
Analisis Teknikal Jangka Pendek
Bitcoin:
-
Bullish Scenario: Breakout di atas $70.000 membuka jalan ke $75.000
-
Bearish Scenario: Kehilangan support $65.000 berpotensi menguji $60.000
-
Probabilitas: Sideways antara $65.000 – $70.000 hingga rilis data PCE
Ethereum:
-
Bullish Scenario: Breakout $2.200 menuju $2.500
-
Bearish Scenario: Turun ke support kuat $1.900
-
Probabilitas: Akumulasi di $2.000 – $2.100 sebelum rally
Rekomendasi Strategi Trading
Untuk Investor Jangka Panjang (HODL):
“Kondisi saat ini ideal untuk dollar-cost averaging (DCA) bertahap. Akumulasi perlahan di setiap koreksi 5-10 persen dari level tertinggi dengan target holding period 12-24 bulan,” saran Leonidas K. Wu, Portfolio Manager di IDX Digital Trust.
Untuk Trader Aktif:
“Gunakan strategi range trading dengan batasan risk management ketat. Stop-loss wajib di bawah support utama, dan take profit di dekat resistance. Hindari leverage berlebihan dalam kondisi volatilitas tinggi,” rekomendasi Diana Kusuma, Head of Trading di PT Bumi Crypto Assets.
Agenda Penting yang Perlu Dipantau
| Tanggal | Agenda | Dampak Potensial |
|---|---|---|
| 27 Feb 2026 | Data GDP AS Q4 2025 | Volatilitas tinggi jika revisi signifikan |
| 28 Feb 2026 | PCE Price Index AS | Arah suku bunga Fed, dampak besar ke kripto |
| 3 Mar 2026 | Rilis data inflasi Indonesia | Sentimen pasar domestik |
| 6 Mar 2026 | Nonfarm Payrolls AS | Likuiditas global dan risk appetite |
Risiko dan Peringatan
Investor kripto perlu memperhatikan risiko berikut:
-
Volatilitas Ekstrem: Pergerakan 10-15 persen dalam 24 jam masih umum terjadi
-
Regulasi yang Belum Jelas: Perubahan kebijakan dapat terjadi sewaktu-waktu
-
Likuiditas: Altcoin kecil rentan terhadap manipulasi harga
-
Keamanan: Risiko peretasan exchange dan wallet tetap ada
Kesimpulan
Pasar kripto pada 26 Februari 2026 menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian makro global. Bitcoin mempertahankan posisi krusial di atas $66.000, sementara Ethereum menunjukkan kekuatan relatif dengan kenaikan 1,17 persen.
Investor disarankan untuk tetap waspada menjelang rilis data ekonomi AS akhir pekan ini yang akan menentukan arah likuiditas global dalam jangka pendek. Strategi risk management yang ketat dan diversifikasi portofolio tetap menjadi kunci navigasi pasar yang volatil.


0 tanggapan untuk “Pasar Kripto Melemah: Bitcoin Bertahan di $66.000, Investor Cermati Data Ekonomi AS”