Morgan Stanley Serius Masuk Bisnis Custody Crypto, SpaceX Rugi $235 Juta dari Volatilitas BTC

Jakarta, 2 Maret 2026ย โ€” Pasar kripto memasuki minggu baru dengan Bitcoin (BTC) yang terus berjuang mempertahankan level psikologis di kisaranย $63.000 hingga $67.000. Data terbaru menunjukkan BTC diperdagangkan sekitarย $63.740ย menurut Coinbase โ€” turun 3% dari minggu lalu โ€” sementara CoinMarketCap mencatat harga live diย $67.103ย dengan volume trading 24 jam mencapaiย $47,8 miliar

.

Di tengah konsolidasi yang membuat investor gelisah, suara dari Wall Street justru semakin bullish. Standard Chartered mempertahankan prediksinya yang mencengangkan: Bitcoin bisa mencapai $500.000 pada tahun 2030, meski memperingatkan volatilitas jangka pendek masih akan berlanjut.
“Jangka pendek, kami melihat potensi penurunan harga lebih lanjut dalam beberapa bulan ke depan. Namun pandangan konstruktif jangka panjang tetap utuh,” tulis Geoff Kendrick, Kepala Riset Aset Digital di Standard Chartered, dalam catatan kepada investor

.

Prediksi Ekstrem: $500.000 vs Bottom $31.500?

Perdebatan tentang arah harga Bitcoin memanas. Di satu sisi, Standard Chartered dan Ark Invest milik Cathie Wood mempertahankan target jangka panjang yang agresif. Wood bahkan memprediksi skenario bull case di $1,5 juta per Bitcoin pada 2030 jika adopsi institusional berjalan sesuai rencana

.

Namun di sisi lain, analis on-chain mengeluarkan peringatan menakutkan. Yonsei_dent dari CryptoQuant mengidentifikasi potensi bottom siklus saat ini berdasarkan indikator “Supply in Profit”. Jika pola historis dari crash 2022 diulang โ€” di mana Bitcoin anjlok 77% dari all-time high โ€” maka siklus saat ini bisa melihat koreksi 70-75% dari ATH $126.000

.

Artinya? Bitcoin bisa terjun ke kisaran $31.500 โ€“ $38.000, atau penurunan tambahan 41-51% dari harga saat ini. Data menunjukkan cadangan stablecoin USDT di bursa telah turun dari $60 miliar menjadi $51,1 miliar dalam dua bulan terakhir. Jika cadangan turun di bawah $50 miliar, bisa memicu “penjualan masif” yang lebih dalam

.

Morgan Stanley: Wall Street Tak Bisa Diabaikan Lagi

Di tengah kekhawatiran teknis, berita fundamental yang jauh lebih besar datang dari arah tradisional finance. Morgan Stanley dilaporkan telah mengajukan permohonan izin bank trust nasional ke OCC (Office of the Comptroller of the Currency) yang akan memungkinkan mereka menyediakan layanan custody crypto langsung untuk klien institusional

.

Langkah ini bukan sekadar ekspansi bisnis biasa. Ini menandakan titik balik historis di mana bank-bank legacy Wall Street mulai bersaing langsung dengan firma crypto-native seperti Coinbase dan Gemini dalam bisnis penyimpanan aset digital.
Tapi itu belum semua. Morgan Stanley juga dikabarkan sedang mempersiapkan peluncuran trading crypto retail di platform E*Trade miliknya โ€” strategi dual yang menunjukkan komitmen serius terhadap integrasi digital asset

.

“Ini adalah pengakuan bahwa masa depan keuangan adalah digital. Wall Street tidak bisa lagi mengabaikan kripto sebagai aset kelas yang valid,” komentar seorang eksekutif industri yang tidak ingin disebutkan namanya.

SpaceX dan Tesla: Dampak Nyata Volatilitas Crypto

Konsolidasi harga bukan hanya angka di layar โ€” dampaknya terasa di korporasi nyata. SpaceX, yang sedang mempersiapkan IPO rahasia yang bisa menilai perusahaan di atas $1,75 triliun, dilaporkan kehilangan $235 juta dalam nilai portofolio Bitcoin-nya dalam tiga bulan terakhir

.

Perusahaan milik Elon Musk tersebut memegang sekitar 8.285 BTC di Coinbase Prime, yang kini bernilai sekitar $545 juta, turun dari $780 juta sebelumnya. Ketika SpaceX mengajukan S-1 untuk IPO, investor akan terpapar langsung pada volatilitas crypto melalui laporan laba rugi perusahaan โ€” pengalaman yang pernah dialami Tesla sebelumnya

.

Sementara itu, Strategy (dulu MicroStrategy) yang terkenal dengan strategi pembelian Bitcoin berbasis utang, kini menjadi target short-selling terbesar di antara perusahaan publik AS. Pasar semakin mempertanyakan keberlanjutan model bisnis yang bergantung pada leverage untuk akumulasi BTC

.

Teknikal: Terjebak di Zona $60.000-$70.000

Bitcoin saat ini terjebak dalam rentang $60.000-$70.000 sejak crash awal Februari lalu. Data dari TradingView menunjukkan BTC mengalami penurunan -2,76% dalam 24 jam terakhir dan -5,81% selama seminggu terakhir, dengan kinerja bulanan turun -28,17%

.

Level psikologis $60.000 menjadi pertahanan kritis. Jika pecah, analis memprediksi penurunan cepat ke $55.000 atau lebih dalam. Sebaliknya, untuk mengubah sentimen menjadi bullish, BTC harus menembus dan menetap di atas $70.000 dengan volume kuat โ€” sesuatu yang belum terjadi dalam beberapa minggu terakhir

.

“Kecuali banteng pasar berhasil merebut kembali resisten $70.000 secara meyakinkan, sentimen pasar kemungkinan akan tetap rapuh,” jelas analis CryptoQuant

.

Apa Selanjutnya untuk Investor?

Pertanyaan besar yang menghantui pasar: apakah bottom sudah terbentuk di $60.000, atau masih ada ruang untuk koreksi lebih dalam?
Bagi investor jangka panjang, level saat ini bisa jadi kesempatan akumulasi โ€” atau perangkap bearish yang lebih dalam. Yang jelas, divergensi antara adopsi institusional yang semakin kuat (Morgan Stanley, potensi cadangan crypto negara bagian Texas) dan tekanan teknis on-chain yang mengkhawatirkan menciptakan lanskap yang penuh ketidakpastian

.

Satu hal yang pasti: kripto telah berubah dari eksperimen teknologi menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem keuangan global. Dan Wall Street baru saja membuktikan bahwa mereka datang untuk tinggal โ€” tidak peduli seberapa dalam koreksi harga saat ini.

Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan saran investasi. Pasar kripto sangat volatil; lakukan riset sendiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan finansial.

0 tanggapan untuk “Bitcoin Terkunci di Zona $63.000-$67.000: Analis Standard Chartered Tetap Yakin $500.000 di 2030, tapi Data On-Chain Beri Peringatan Serius”