kryptowaehrung365

kryptowaehrung365 situs informasi crypto terbaik dan terpercaya 2026

bitcoin-price-chart-march-10-2026-rebound-70000
bitcoin Cryptocurrency Featured perang iran Recent News Trending News

Bitcoin Melesat Tembus $70.000: Pemulihan Dramatis di Tengah Badai Geopolitik dan Perang Regulasi AS

Jakarta, 10 Maret 2026 — Bitcoin (BTC) berhasil rebound spektakuler ke level $70.000 pada Selasa pagi waktu Asia, menandai pemulihan cepat dari pekan yang penuh tekanan. Aset kripto terbesar dunia ini sempat terjun bebas ke zona $65.000 akhir pekan lalu akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah, namun menunjukkan ketahanan yang mengejutkan para analis Wall Street.

Short Squeeze $110 Juta Picu Reli Cepat

Lonjakan harga Bitcoin dipicu oleh short squeeze masif yang melikuidasi sekitar $110 juta posisi short dalam 24 jam terakhir. Menurut data dari SoSoValue, aliran masuk (inflow) ke ETF Bitcoin spot AS mencapai $568 juta pekan lalu, menambah total akumulasi bersih di atas $55 miliar sejak peluncuran produk tersebut.
“Bitcoin sempat turun di bawah $66.000 saat gelombang risk-off awal, namun dengan cepat stabil di kisaran $66.000–$68.000,” ungkap firma market maker Enflux dalam catatan kepada CoinDesk. “Secara relatif, BTC bertahan lebih baik daripada ekuitas dan bahkan beberapa aset safe-haven tradisional.”

Ketegangan Timur Tengah dan Dampaknya ke Pasar

Ketidakstabilan harga akhir pekan dipicu oleh serangan Iran terhadap infrastruktur minyak Saudi yang mengirim harga minyak mentah Brent dan WTI melesat di atas $100 per barel untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun. Namun, ketika harga minyak kembali turun dan pasar ekuitas AS rally, Bitcoin ikut terangkat.
Analis di Glassnode mencatat kondisi pasar mulai stabilisasi dengan metrik momentum, permintaan ETF, dan profitabilitas yang membaik. Meski begitu, mereka memperingatkan: “Capital flow masih lemah, partisipasi spekulatif terbatas, dan keyakinan yang lebih luas belum sepenuhnya pulih.”

Perang Regulasi: CLARITY Act Diambang Kegagalan?

Di sisi fundamental, lanskap regulasi AS sedang memanas. Digital Asset Market Clarity Act, rancangan undang-undang yang bertujuan memberikan kejelasan regulasi bagi industri kripto, terhambat di Senat setelah Asosiasi Perbankan Amerika (ABA) menolak kompromi dari Gedung Putih pada 5 Maret lalu.
Mantan Ketua CFTC Christopher Giancarlo menyatakan bahwa perbankan tradisional justru lebih membutuhkan undang-undang ini dibandingkan perusahaan kripto. “Jika bank menolak sekarang, industri ini tidak akan hilang—ia akan pindah ke Eropa dan Asia,” tegas Giancarlo dalam podcast Wolf Of All Streets.
Presiden Trump sendiri telah mengkritik bank-bank AS yang memblokir akses industri kripto, sementara Political Action Committee (PAC) pro-kripto Fairshake meraih kemenangan dalam pemilihan primer Kongres awal 2026, menandakan dukungan politik yang semakin kuat.

Teknis: Level Kritis yang Harus Diperhatikan Trader

Dari perspektif teknis, Bitcoin masih berada di bawah EMA 200-hari di $72.604, yang menjadi garis pemisah antara relief rally dan pembalikan tren yang terverifikasi. Prediksi pasar di Polymarket menunjukkan peluang BTC mencapai $75.000 pada Maret melonjak menjadi 56% dari sekitar 34% sehari sebelumnya.
Analis memperkirakan tiga skenario:
  • Bull Case (25%): BTC menembus $73.300 dengan target $78.000–$82.000
  • Base Case (50%): Konsolidasi di rentang $68.000–$72.600
  • Bear Case (20%): Penolakan di $73.000 dan koreksi ke $64.000–$67.000

Altcoin: Ethereum dan Solana Mencuri Perhatian

Sementara Bitcoin memimpin, Ethereum (ETH) menunjukkan performa relatif lebih kuat dengan didukung keberhasilan upgrade Prague yang memangkas biaya transaksi Layer-2. Solana (SOL) juga menarik perhatian dengan upgrade Alpenglow yang ditargetkan mencapai finalitas transaksi 150 milidetik dan kapasitas 1 juta TPS.
Namun, tidak semua altcoin beruntung. Data dari CryptoQuant menunjukkan 38% altcoin berdagang di dekat level terendah sepanjang masa—kondisi terburuk sejak kolaps FTX.

Apa Selanjutnya?

Pasar kini fokus pada rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) AS yang akan dirilis dalam 24 jam ke depan. Data pekerjaan yang panas bisa memaksa Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, berpotensi menekan aset berisiko termasuk kripto.
Bagi investor, disiplin risk management tetap menjadi kunci. Bitcoin mungkin belum dalam pemulihan terverifikasi, namun bahan-bahan untuk rebound sedang berkumpul.