JAKARTA โ€” Semua sinyal sempat menunjuk ke arah yang benar. Arus masuk institusi mengalir deras. ETF Bitcoin membukukan rekor akumulasi. Para whale diam-diam mengumpulkan koin. Tapi satu kalimat dari Donald Trump di malam hari tiba-tiba membalikkan semuanya โ€” dan pasar kripto global kembali terpukul keras pada hari ini, Sabtu 7 Maret 2026.

Harga Bitcoin hari ini terpantau turun sekitar 3,78 persen dalam 24 jam terakhir, bertengger di level USD 68.216 atau setara Rp 1,15 miliar berdasarkan kurs Rp 16.905. Viral Terkini Angka itu terlihat jauh dari level tertinggi sepanjang masa Bitcoin yang pernah disentuh di USD 126.000 pada Oktober 2025 lalu โ€” dan itulah yang membuat jutaan investor kripto Indonesia saat ini menahan napas.


Kalimat Trump yang Mengguncang Pasar Dunia

Jumat malam waktu Washington DC. Presiden Donald Trump membuka Truth Social-nya dan mengetik sesuatu yang langsung mengirim gelombang panik ke pasar keuangan global.

“Tidak akan ada perjanjian dengan Iran kecuali penyerahan tanpa syarat,” tulis Trump dalam unggahan di Truth Social, sebuah pernyataan yang seketika menutup peluang negosiasi damai dengan Teheran. MEDIA KALTIM

Dampaknya bak batu jatuh ke danau tenang. Harga minyak mentah WTI langsung melonjak 11% ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir mendekati USD 90 per barel, sementara indeks berjangka Nasdaq ambruk 1,8 persen. Bitcoin pun terseret turun 5 persen ke USD 68.800 dalam hitungan menit. MEDIA KALTIM

Ini bukan pertama kali perang di Timur Tengah menyeret Bitcoin ke jurang koreksi. Saat AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada akhir Februari lalu, Bitcoin sempat terjun bebas ke USD 63.000 โ€” mencerminkan pola berulang di mana pasar kripto yang beroperasi 24 jam menjadi katup pelepas tekanan ketika pasar saham tradisional sedang tutup. Posnews


Dari Rp 2,1 Miliar ke Rp 1,15 Miliar: Perjalanan Pahit Bitcoin 2026

Bagi investor kripto Indonesia, angka-angka ini menceritakan kisah yang menyakitkan. Sepanjang tahun berjalan 2026, Bitcoin masih terkoreksi sekitar 23 persen dari posisi awal tahun โ€” setelah sebelumnya anjlok dari rekor tertinggi sepanjang masa di level USD 126.000 yang dicapai pada Oktober 2025. Vibizmedia

Artinya, siapa pun yang membeli Bitcoin di puncaknya pada Oktober lalu, kini memegang aset yang nilainya sudah terpangkas hampir separuh. Dan situasi bisa saja belum selesai di sini.

Sejumlah analis Wall Street bahkan sudah memangkas proyeksi akhir tahun mereka, dengan skenario paling optimistis sekalipun memperkirakan Bitcoin berpotensi turun dulu ke kisaran USD 50.000 sebelum kembali reli pada paruh kedua 2026. Vibizmedia


Tapi Institusi Justru Diam-Diam Borong โ€” Ini Sinyalnya

Di tengah kepanikan ritel, ada sesuatu yang menarik terjadi di balik layar. Para pemain besar โ€” institusi, hedge fund, dan whale โ€” justru bergerak berlawanan arah.

Spot ETF Bitcoin di Amerika Serikat mencatatkan arus masuk bersih senilai USD 155 juta dalam sehari, menandai dua pekan akumulasi yang berlangsung tanpa terputus. Total dana yang masuk ke produk-produk investasi tersebut mencapai sekitar USD 1,47 miliar hanya dalam dua pekan terakhir. Liputan6

Yang paling mencolok: ETF IBIT milik BlackRock menjadi kontributor terbesar dengan tambahan dana hampir USD 307 juta hanya dalam satu hari perdagangan. Liputan6 BlackRock tidak panik. Mereka justru membeli lebih banyak.

Di sisi lain, data on-chain memberikan sinyal yang tak bisa diabaikan. Jumlah Ethereum di bursa turun ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir, mengindikasikan investor lebih memilih menyimpan aset secara langsung di dompet pribadi dibandingkan menaruhnya di exchange. Satujuang Ketika koin keluar dari bursa, itu biasanya berarti satu hal: para holder percaya harga akan naik, dan mereka tidak berniat menjual dalam waktu dekat.


CLARITY Act: Senjata Terakhir Trump untuk Selamatkan Kripto?

Sementara geopolitik menjadi angin sakal, ada secercah harapan yang datang dari Washington. Trump secara mengejutkan memilih berdiri bersama industri kripto dalam pertempurannya melawan perbankan konvensional Amerika.

Trump melempar dukungan penuh kepada perusahaan kripto dalam pertarungan mereka melawan bank-bank besar AS soal apakah stablecoin boleh menawarkan imbal hasil seperti bunga deposito โ€” isu utama yang selama ini mengganjal pengesahan CLARITY Act di Kongres. Media Indonesia

“The Genius Act sedang diancam dan dirusak oleh para bankir, dan itu tidak bisa diterima,” tulis Trump lantang di Truth Social, memberi sinyal bahwa ia siap menekan industri perbankan demi meloloskan regulasi kripto yang lebih ramah. Media Indonesia

Jika CLARITY Act akhirnya ditandatangani, analis memperkirakan ini bisa menjadi katalisator terbesar bagi pasar kripto sepanjang 2026 โ€” lebih besar dari ETF sekalipun. Regulasi yang jelas adalah bahan bakar kepercayaan.


Ramadan Effect: Volatilitas Sedang Puncaknya

Bagi investor kripto Indonesia, ada satu konteks lokal yang tidak boleh diabaikan. Pola historis sejak 2019 menunjukkan bahwa Ramadan dan Bitcoin kerap berada dalam satu siklus volatilitas yang khas: harga cenderung bergerak agresif di awal bulan, namun momentum sering melemah menjelang akhir periode. Detik

Data historisnya mengerikan sekaligus mengundang refleksi. Pada Ramadan 2021, Bitcoin mengalami koreksi lebih dari 21 persen, sementara pada 2022 penurunan tercatat sekitar 16 persen selama periode yang sama. Detik

Apakah 2026 akan mengulang pola itu? Atau konfluensi faktor โ€” CLARITY Act, akumulasi institusi, dan melemahnya ketegangan Iran โ€” justru membalikkan tren? Itulah pertanyaan senilai miliaran dolar yang kini menghantui setiap trader kripto Indonesia.


Altcoin Survivor: Siapa yang Tetap Berdiri?

Di tengah badai Bitcoin, beberapa altcoin justru mencuri perhatian. Freysa AI menjadi kripto paling trending hari ini dengan lonjakan harga 103 persen dalam 24 jam terakhir, sementara Pi Network naik 16,3 persen dan ikut masuk daftar koin paling banyak diperbincangkan. SINDOnews

Sementara itu, Venice Token (VVV) melonjak 20 persen ke level tertinggi tahunan, dengan data on-chain menunjukkan pertumbuhan 7,5 kali lipat hanya dalam tiga bulan terakhir. Satujuang

Pesan dari data ini: bahkan di musim dingin kripto sekalipun, selalu ada narasi yang menyala โ€” bagi mereka yang cukup jeli untuk menemukannya.


Satu Kalimat yang Perlu Diingat Setiap Investor

Head of Digital Assets Fundstrat Sean Farrell mengingatkan bahwa aksi jual akibat sentimen geopolitik biasanya menjadi peluang beli, selama konflik tidak berdampak luas dan berkepanjangan terhadap ekonomi global โ€” terutama melalui pasar energi. Vibizmedia

Bitcoin pernah jatuh dari USD 126.000. Ia pernah bangkit dari USD 63.000. Sejarahnya adalah kisah kejatuhan dan kebangkitan yang berulang โ€” dan investor yang paham siklus itulah yang biasanya paling diuntungkan.

Perang di Timur Tengah memang nyata. Tekanan terasa. Tapi selama BlackRock masih menaruh ratusan juta dolar setiap hari, ada yang yakin badai ini hanya sementara.

Tinggal pertanyaannya: seberapa lama Anda sanggup menunggu?


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi investasi. Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan finansial.


0 tanggapan untuk “Bitcoin Terseret Perang Iran, Trump Hancurkan Harapan Damai: “Tak Ada Perjanjian Kecuali Menyerah Tanpa Syarat!””